Delapan
Tepat hari ini, lima tahun yang lalu kamu menyatakan perasaan itu padaku. Meminta untuk saling bersama. Merancang kisah di kehidupan yang akan datang.
Satu..dua.. harapan kita kala itu ada yang sudah terwujud, ada pula yang belum.
Hari-hari kita lalui. Sangat erat berdua, namun kadang juga butuh ruang untuk bernafas sendiri. Sampai akhirnya ada jarak di antara kita.
Itu semua karena aku melukai mu. Pun juga kamu pernah melukaiku.
Mungkin sangat dalam hingga luka-luka itu belum sembuh sepenuhnya.
Aku tidak bisa memaksamu untuk memaafkanku, tapi aku mencoba hadir. Walau dingin itu masih juga terasa.
Aku tidak bisa menghapus masa lalu, tapi aku ingin menulis ulang masa depan bersamamu. Dengan cinta yang lebih dewasa, dengan kehadiran yang tidak lagi terburu-buru.
Setiap diam kamu, aku akan berusaha sabar.
Setiap luka-mu, ingin ku peluk dan ku telan saja jika aku bisa.
Aku bertahan disini bukan karena kamu sempurna. Tapi karena kita pernah salah dan tetap mau mencoba lagi.
Aku ingin jadi rumah tempatmu kembali pulang, bukan untuk lupa tapi memaafkan - bersama.
Dengan cinta yang belajar.
Lagi-lagi semesta akan menciptakan jarak untuk kita.
Jujur aku takut, tidak ada satu pun kebaikan ku yang membekas padamu. Sehingga tak ada rindu ingin kau kembali pulang.
Namun pada ujian kali ini,
Aku berharap kita mampu belajar, merenung dan memperbaiki yang sudah-sudah.
Mungkin lebih baik begini, berjauhan tapi saling merindu agar tak sama-sama saling menyakiti.
Belajar mendengarkan perasaan terdalam satu sama lain. Mampu mengungkapkan perasaan terdalam tanpa takut dihakimi. Sehingga bukan dinding yang terus kita bangun melainkan jembatan agar terus terhubung walau luka sudah memisahkannya.
Sehingga jika kalimat "bertemu kembali di versi terbaik"itu benar ada, aku berharap itu yang kan terjadi pada kita.
Terima kasih sudah berjalan sejauh ini, semoga masih saling menggandeng di perjalanan berikutnya.
Walau bukan ijin dan doa restu yang kau minta, tapi doa ku selalu menyertaimu. Semoga sehat selalu badan dan pikir-mu, lancar segala urusanmu, dikelilingi orang-orang baik. Dan semoga harapanku sebelum menikahimu terwujud. Aku ingin kamu jadi laki-laki yang sukses, sehingga tidak ada kawan yang bergurau sambil merendahkanmu. Pun juga aku yang pernah khilaf tak sengaja menghina-mu. Kali ini semesta akan menutup semua mulut itu untuk-mu.
Aku selalu mencintaimu, mungkin selama ini kuungkapkan dengan cara yang salah.
Maaf.....
Jika hatimu masih menyimpan ruang untukku, izinkan cinta itu hidup sekali lagi. Semakin bertumbuh besar, dan kuat mengakar. Hingga usai pengembaraan di bumi ini.
---------------------------------------------08.08.20-25---------------------------------------------------
Komentar
Posting Komentar